Apa Itu Videowall ? Penjelasan Paling Lengkap

Kalau artikel sebelumnya Saya banyak membahas tentang videotron dan digital signage, di artikel ini Saya akan membahas tentang videowall. Apa itu videowall ? Bagaimana cara kerjanya ? Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat video wall ?

Hal-hal seputar itulah yang akan Saya bahas di artikel ini untuk Anda.

Apa Itu Video wall

Mungkin Anda pernah mendengar istilah video wall tapi masih bingung dan belum paham betul apa itu video wall , ini dia pengertiannya.

Video wall adalah penggabungan beberapa screen LCD sehingga menjadi satu kesatuan screen yang lebih besar dengan menggunakan videowall controller sebagai media konfigurasinya.

Penggabungan screen yang Saya maksud disini adalah screen khusus video wall yah, bukan TV homeuse yang biasa Anda gunakan di rumah.

Itu dua jenis screen yang berbeda.

Secara singkat, screen tv yang Anda gunakan dirumah itu khusus untuk commercial grade yang biasa digunakan khusus untuk di rumah.

Sedangkan video wall screen yang biasa digunakan khusus pada video wall system itu menggunakan level industrial grade. Artinya secara ketahanan dan durability, screen industrial grade lebih tahan lama dan bisa dihidupkan 24 jam tanpa mati sekalipun.

Baca artikel Saya sebelumnya tentang perbedaan kedua screen ini.

Baca juga : Perbedaan Digital Signage Screen & TV Homeuse

Jadi dalam sistem video wall ini hampir sama tekniknya seperti videotron. Persamaannya adalah menggabungkan beberapa panel screen menjadi satu kesatuan sehingga membentuk screen yang lebih besar.

Kira-kira seperti inilah penampakan video wall.

 

panel videowall

Kalau Anda perhatikan gambar di atas, ada 9 pcs screen yang digabungkan menjadi metriks 3×3 screen.

Sehingga dari ke sembilan screen tersebut dapat menampilkan satu kesatuan konten dengan display yang lebih besar.

Apakah hanya metrik 3×3 saja?

Tentu tidak.

Sebuah screen dinamakan videowall apabila sudah dilakukan penggabungan lebih dari satu screen.

Layar dengan matrik 1×2 ataupun layar 3×1 juga disebut videowall. seperti gambar dibawah ini.

Anyway istilah lain dari  video wall bisa disebut juga dengan nama wall display.

Yes ini juga sama saja artinya dengan video wall. Karena sesuai dengan namanya , baik video wall ataupun wall display pengertiannya juga sama-sama screen yang akan dipasang pada area wall / dinding.

Ukuran Video Wall

Pada umumnya ukuran video wall dibagi menjadi beberapa ukuran yang lazim digunakan, yaitu :

  • Video wall 46 inch
  • Video wall 49 inch
  • Video wall 55 inch

Adapun untuk ukuran video wall 46 inch memiliki lebar screen kira-kira 102 cm dengan tinggi screen kira-kira 57 cm.

Kemudian untuk ukuran video wall 49 inch memiliki lebar screen 107 cm dengan tinggi screen kira-kira 60 cm.

Lalu untuk ukuran video wall 55 inch memiliki lebar 120 cm dengan tinggi screen kira-kira 70 cm.

Nah, selain ada beberapa variant ukuran pada video wall, ada juga sub variant lain yaitu variant bezel screen. Bezel screen ini juga menjadi sesuatu yang penting dalam menentukan ukuran video wall.

Apa itu bezel screen?

Bezel screen adalah bagian sisi samping pada sebuah screen.

Jadi, Kalau Anda memiliki screen entah itu laptop, monitor PC, screen TV pastinya di sisi atas, bawah,  kiri, dan kanan pada screen tersebut ada sisi yang melapisi.

bezel screen

Nah itu namanya bezel screen.

Dikarenan pada pengaplikasian video wall itu nantinya akan menggabungkan beberapa screen menjadi satu kesatuan screen yang lebih besar, maka bezel ini menjadi sangat penting.

Kenapa?

Karena kalau ukuran bezel terlalu tebal maka akan ada gap antara satu screen dengan screen lainnya.

Untuk itu biasanya  screen yang memang diperuntukan khusus untuk video wall system memiliki ketipisan bezel yang bisa dibilang sangat tipis.

Jarak antara satu bezel screen dengan bezel screen lainnya dalam dunia display kita menyebutnya dengan istilah bezel to bezel (btb).

Ada 3 ukuran bezel to bezel yang umum di dunia video wall , yaitu :

  • Bezel to bezel 3.5 mm
  • Bezel to bezel 1.7 mm
  • Bezel to bezel 0.8 mm

Yah walaupun ada beberapa brand video wall screen yang memiliki ukuran bezel to bezel 1.8 mm dan 0.9 mm.

Ya pokoknya mirip-mirip lah.

Berikut ini adalah contoh yang namanya bezel to bezel screen.

Nah artinya, dengan bezel setipis itu biasanya video wall screen sering disebut seamless display, yang artinya mulus hampir tanpa bezel.

Yaaaa,…walaupun pada kenyataannya tetap ada bezelnya juga sih.

Namun yang perlu Anda tahu adalah, semakin tipis bezel screennya semakin mahal juga harganya.

Itu sudah menjadi hal yang lumrah.

Karena semakin tipis bezelnya, seolah-olah penggabungan beberapa screen tadi menjadi tampak seamless , hampir terlihat mulus.

Jika Anda ingin tahu variannya seperti apa silahkan kunjungi halaman produk video wall yang Saya jual.

Kebetulan Saya juga menjual video wall screen dengan harga yang sangat terjangkau namun dengan kualitas screen yang berkualitas di kelasnya dengan merk Uniview / UNV .

Monggo silahkan cek ke halaman Produk Videowall Uniview .

Jika Anda punya konsen di budget mungkin produk Uniview bisa menjadi solusinya.

Cara Kerja Video wall

Untuk membuat sistem video wall dibutuhkan alat untuk menggabungkan beberapa screen yang disebut video wall controller.

Apa itu video wall controller ?

Video wall controller adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengkonfigurasi beberapa screen videowall menjadi satu kesatuan screen. Memiliki fungsi untuk splicing, switching input, mengatur layout, scaling ukuran konten, bahkan membuat beberapa program / preset.

Mungkin agak rumit yah kalau melihat definisinya.

Simplenya adalah, alat ini diperlukan untuk menyatukan beberapa screen sekaligus.

Ada juga yang menyebutnya dengan video wall processor atau video processor.

Yaaaaah bisa juga siiiiih.

Bebas-bebas sajalah mau pakai bahasa yang mana, kadang Saya juga bingung masalah penamaan, kenapa banyak sekali istilah istilah di dunia bisnis visual seperti ini?

But anyway di artikel ini Saya akan gunakan istilah video wall controller saja yah.

Oke lanjut.

Proses menyatukan satu screen dengan screen yang lain dinamakan proses konfigurasi.

Saya sudah bahas metode konfigurasi di artikel sebelumnya , silahkan baca artikel Saya sebelumnya tentang konfigurasi.

Dari si video wall controller inilah proses konfigurasi dilakukan. Device ini akan memproses konfigurasi sekaligus mengatur source input dan outputnya.

Mirip-miriplah kerjanya seperti video processor.

Apabila Anda tidak menggunakan video wall controller, maka Anda tidak bisa menyatukan semua screen menjadi satu kesatuan gambar yang utuh.

Jadi wajib banget device ini dalam sistem videowall.

Sebagai contoh,

Misalkan Anda memiliki sebuah bisnis cafe.

Kemudian Anda ingin membuat sebuah video wall 55 inch dengan matrix 2×2 di cafe Anda.

Sebagaimana cafe pada umumnya.

Konten Anda nantinya akan diisi oleh konten promosi yang berasal dari PC desktop Anda, kemudian pada event tertentu Anda akan menggunakan video wall screen tersebut untuk event nobar (nonton bareng) untuk pelanggan Anda.

Yah mirip-mirip kaya nonton bareng acara sepak bola Premiere League, ataupun kejuaraan olah raga lainnya.

Nah konten nobar (nonton bareng) nya nanti Anda akan mempergunakan TV decoder  dari TV cable.

Lets Say Anda berlangganan tv cable dari first Media

Artinya nanti Anda akan menggabungkan 4 buah screen video wall 55 inch menjadi satu screen besar menggunakan video wall controller.

Nah yang Anda butuhkan setidaknya adalah jenis video wall controller 2×2.

Ada beberapa video wall controller yang beredaran dipasaran yang menjual video wall controller 2×2 bahkan video wall controller 3×3.

Tapi untuk case ini setidaknya Anda menggunakan video wall controller 2×2 juga sudah cukup.

Karena kebetulan Saya juga menjual video wall controller, maka pada contoh kasus ini Saya dikit promosikan video wall controller merk Uniview type ADU-8706-E yang Saya jual. hehehehe promosi sedikit boleh dong,….

Maka untuk topologi sederhananya akan menjadi seperti gambar topologi di bawah ini .

Topologi video wall 2x2

Dari gambar topologi di atas, kita menggunakan 2 input source, yaitu :

  • PC Desktop > untuk keperluan konten promosi
  • TV Cable > Untuk entertaint (nonton bareng alias nobar)

Karena Anda punya dua input source maka Anda bisa switching konten dari satu input source ke input source yang lain.

Apakah cuma bisa itu saja?

Tentu tidak, Anda juga bisa menampilkan kedua kontennya dalam bentuk picture in picture seperti gambar berikut di bawah ini.

picture in picture video wall controller

Dan kerennya video wall controller Uniview type ADU-8706-E ini bisa dicontrol menggunakan Android.

Jadi dari smartphone Android, Anda bisa melakukan switching konten.

Bahkan bisa di schedulekan.

Nah kerenkan fitur dari video wall controller yang Saya tawarkan.

Yuk monggo kalau mau tau harganya , japri saja langsung ke nomor HP Saya yang sudah Saya cantumkan di blog ini.

Hahahaha,…. promosi teroooooos.

Oke lanjut lagi,…

Contoh di atas adalah salah satu penggunaan video wall yang masih terbilang sederhana.

Lalu bagaimana jika screennya lebih dari 4, katakanlah 24 screen dengan matrix 6×4.

Contohnya seperti gambar monitoring room di bawah ini.

Gambar di atas adalah salah satu contoh penggunaan videowall yang kompleks untuk kebutuhan ruang control.

Nah kalau sudah sebanyak ini dan sekompleks ini, tentunya sudah tidak bisa lagi menggunakan video wall controller 2×2 ataupun 3×3.

Anda memerlukan video wall controller dengan type modular.

Apa maksudnya video wall controller modular?

Arti dari modular adalah, menggunakan module input dan output sesuai kebutuhan / custom.

Jadi, Anda bisa menentukan berapa jumlah input dan output yang Anda perlukan untuk mengcover kebutuhan video wall display Anda.

Nah untuk module card, umumnya terdiri dari kelipatan 4 port dan 8 port.

Jadi misalnya seperti ruang control diatas yang terdiri dari 24 screen Anda membutuhkan 24 output HDMI, maka Anda perlu 6 pcs HDMI card module 4 port atau 3 pcs HDMI card 8 port.

Pusing Gak?

Gak perlu pusing, kalau Anda pusing silahkan langsung kontak Saya saja.

Saya siap membuatkan solusinya untuk Anda.

Tenang saja konsultasi ke Saya gratis kok.

Fungsi Video Wall.

Fungsi Video wall hampir sama seperti digital signage, yaitu sebagai media informasi secara digital.

Ada banyak sekali contoh pengaplikasian videowall di beberapa sektor bisnis / industri.

Berikut ini adalah contoh fungsi video wall dalam pengaplikasiannya :

  • Sebagai screen untuk meeting
  • Sebagai screen untuk promosi
  • Sebagai screen untuk control room
  • Sebagai screen untuk jadwal penerbangan
  • Sebagai media untuk entertaint
  • Sebagai media untuk menu board
  • Sebagai media untuk dekoratif
  • Sebagai media untuk live perform

 

Media Input Untuk Videowall

Media input videowall itu bisa bermacam macam lho tergantung pemfungsian nya mau digunakan sebagai apa.

Kalau di gunakan di restaurant / cafe biasanya videowall akan difungsikan sebagai digital signage dan juga screeen entertaintment.

Anda bisa gunakan digital signage player dan Decoder TV cable sebagai media inputnya.

Jika digunakan di ruang meeting maka Anda butuh wireless presentation.

Kalau digunakan di command centre Anda butuh banyak input source PC yang harus tayang ke screen.

Jadi intinya bisa bermacam-macam input tergantung kebutuhan.

Saya tidak bisa rincikan satu persatu karena akan mejadi sangat luas sekali.

Membuat Video Wall Sendiri

Apakah memungkinkan membuat video wall sendiri?

Ya tentu saja.

Tapi tentu saja jika Anda tidak memiliki pengalaman dibidang instalasi video wall mungkin Anda akan mengalami kesulitan seperti pada saat pemasangan bracket screen, adjustment agar screen tampak rata, kemudian permasalahan konfigurasi, dan yang lainnya.

Tapi setidaknya di artikel ini Saya akan bahas apa-apa saja yang dibutuhkan untuk membuat video wall sendiri / mandiri.

Ini dia hal yang Anda butuhkan untuk membuat video wall sendiri :

  • Screen video wall
  • Bracket video wall
  • Video wall controller
  • Cabling (HDMI & Power Cable)
  • input source (PC ataupun laptop)

Peralatan yang dibutuhkan :

  • Bor
  • waterpass
  • Obeng
  • meteran

Step yang harus dilakukan.

  • Lakukan pengukuran bidang dinding dan screen yang akan di mounting ke dinding tersebut
  • Mapping / Mal titik – titik yang harus di bor (sesuaikan dengan bracket yang digunakan)
  • Pastikan ada jalur power cable di dinding, setidaknya Anda membutuhkan 4 port power jika ingin membuat video wall 2×2.
  • Lakukan pengeboran dan lakukan pemasangan bracket ke dinding.
  • Pastikan pemasangan bracket sudah sesuai dan kelurusan menggunakan waterpass
  • Mounting screen ke bracket.
  • Lakukan pemasangan kabel HDMI dan power ke setiap screen yang sudah terpasang.
  • Lakukan cabling HDMI dari videowall controller ke screen dan input source ke videowall controller.
  • Hidupkan screen dan videowall controller
  • Lakukan proses setting dan konfigurasi
  • Setelah selesai konfigurasi screen siap digunakan

kalau melihat langkahnya sih harusnya mudah, tapi sisi tersulitnya adalah memastikan posisi video wall pas antara satu screen dan screen yang lain.

Kalau masalah konfigurasi sih tidak begitu sulit.

Silahkan mencoba.

======================================================================

Sekian dulu artikel kali ini, semoga sedikit informasi ini dapat berguna untuk Anda.

Anyway jika Anda memiliki kebutuhan untuk membuat sistem video wall, Saya adalah salah satu distributor video wall. Saya bisa membuatkan Anda solusi untuk membuat video wall sesuai kebutuhan Anda.

Jangan ragu untuk kontak WA Saya yang sudah Saya cantumkan di blog ini.

 

Leave a Reply