Apa Itu Video Processor? Apa Fungsi Dan Fiturnya?





Jika Anda ingin menggunakan LED videotron khususnya untuk keperluan indoor tentunya Anda akan membutuhkan alat yang bernama video processor pada videotron Anda. Pertanyaannya adalah, apa itu video processor? Apa fungsi video processor ?

Di artikel ini Saya akan memberikan informasi yang Saya tahu sebagai praktisi seorang R&D videotron.

 

Apa itu Video Processor?

Mulai dari pertanyaan pertama, apa itu video processor?

Video processor adalah sebuah device / hardware yang memiliki fungsi untuk mengatur input dan output yang akan tampil pada layar. Bisa digunakan untuk layar LCD bisa juga digunakan untuk LED Videotron.

Nah, sebelum masuk lebih jauh Anda perlu mengetahui apa yang dimaksud input dan output pada video processor. Karna setiap jenis video processor memiliki jumlah dan jenis input serta output yang berbeda beda.

Input adalah sejumlah sumber (dalam bentuk device nantinya) yang akan ditayangkan pada videotron. Jenis input yang bisa ditayangkan ke videotron melalui videotron ada beberapa port channel, berikut ini adalah port channel yang umum digunakan :

input cable video processor

Jenis input untuk videotron ada berbagai jenis, bisa menggunakan media player seperti Laptop, CPU, DVD player, Andoid Box, digital signage player, Apple TV , Console Game, ataupun  TV cable decoder, yang memiliki output kabel seperti yang Saya sebutkan di atas dapat ditayangkan melalui video processor.

Selama semua media input memiliki port HDMI / DVI / VGA / SDI /DP / AV , maka media tersebut bisa digunakan untuk ditampilkan ke layar LED Videotron.

Lalu selanjutnya apa yang dimaksud dengan output?

Istilah output yang ada pada videotron adalah sejumlah port yang digunakan untuk diteruskan ke sebuah layar. Biasanya jenis port yang digunakan adalah DVI atau HDMI.

Biar tidak bingung silahkan lihat gambar input dan output yang pada video processor di bawah ini;

 

video processor MIG 550

Gambar di atas adalah gambaran input dan output pada video processor merk Magnimage type MIG 550 DS. Anyway, setiap jenis video processor memiliki jumlah input dan output yang berbeda. Semakin banyak jumlah input dan outputnya maka harganya akan semakin mahal.

Biasanya ketika bertemu dengan klien, Saya selalu bertanya berapa jumlah input yang ingin ditampilkan ke layar? Jawabannya beraneka ragam, ada yang ingin 8 input laptop semua bisa tampil ke layar. Ada juga yang ingin menggunakan kamera . Ada juga yang ingin menampilkan streaming TV Live Show menggunakan Decoder TV cable.

Pokoknya setiap klien punya kebutuhan yang bermacam-macam.

Nah kalau sudah mengerti kebutuhan input serta output klien, biasanya Saya sebagai team R&D sudah mulai memiliki gambaran type video processor seperti apa yang cocok untuk mengcover kebutuhan klien Saya.



Kapan Video Processor Dibutuhkan ?

Tidak semua kasus penggunaan videotron membutuhkan video processor.  Contohnya saja pada penggunaan videotron outdoor seperti advertising.

Saya tidak selalu menyarankan videotron outdoor menggunakan video processor. Jika hanya digunakan sebagai media looping konten saja sebenarnya cukup menggunakan controller tanpa perlu menggunakan video processor.

Lalu pada kondisi seperti apa video processor digunakan? Oke ini adalah jawabannya :

  • Jumlah input yang digunakan lebih dari 1
  • Ada kebutuhan PIP
  • Resolusi layar videotron yang besar

Anda butuh video processor ketika ada permintaan lebih dari 1 input media player yang akan ditampilkan ke dalam layar. Contoh misalnya saja ada 4 buah laptop ingin ditampilkan ke layar.

Untuk mengcover kebutuhan ini Anda harus mengunakan video processor yang memiliki fitur 4 input.

Contoh lain adalah penggunaan PIP. PIP adalah picture in picture. Atau bisa juga disebut dengan layer. Kalau ada kebutuhan layering dalam layar maka video processor juga wajib digunakan.

Kalau Anda belum mengerti layer atau PIP lihat gambar di bawah ini. Maksud dari PIP mudahnya adalah terdapat 2 sumber input atau lebih dalam 1 layar.

Lalu yang ketiga adalah resolusi layar yang besar. Apabila ada sebuah project videotron dengan ukuran resolusi layar lebih dari full HD ( 1920 x 1080 pixel ) maka disarankan menggunakan video processor untuk memudahkan Anda mengontrol layar.

 

Apa Fungsi & Feature Video Processor ?

Video processor memiliki banyak fitur yang bisa digunakan untuk kebutuhan videotron Anda. Beberapa fitur dari video processor adalah sebagai berikut :

  • Scaling
  • Adjust brightness & Color
  • Switching
  • Splicing
  • Layering / PIP
  • Template

Scaling

Apa itu scaling ? Scaling adalah fungsi untuk mengatur resolusi konten agar bisa fitted di LED videotron. Istilah gampangnya adalah memanipulasi ukuran resolusi konten.

Contohnya saja seperti ini. Apabila Anda memiliki videotron dengan ukuran pixel 768 x 512 pixel dan Anda memiliki konten video dengan resolusi fullHD (1920×1080) maka bisa dipastikan tanpa video processor konten Anda tidak akan bisa fitted pada layar.

Yang terjadi adalah konten Anda akan tampak zoom dan terpotong.

Silahkan perhatikan gambar di bawah ini.

contoh videotron tanpa video processor

Kalau Anda perhatikan gambar diatas, sebuah videotron tanpa video processor tidak mampu memanipulasi konten seukuran 1920 x 1080 pixel agar bisa fitted di videotron yang beresolusi 800×500. Berbeda dengan videotron yang menggunakan video processor, konten bisa tampil full di layar videotron walaupun resolusi layar hanya 800×500 pixel.

Untuk mengatur konten agar bisa fitted pada videotron, Anda membutuhkan fungsi scaling. Dengan scaling tersebut Anda bisa memanipulasi ukuran resolusi konten sehingga bisa fitted pada screen videotron.

Beda halnya apabila Anda mau repot mengedit / membuat konten dengan ukuran resolusi yang sama seperti videotron Anda.



Manage Color & Brightness

Oke sekarang kita masuk pada fitur yang ke dua yaitu manage brightness & color. TIdak seperti televisi yang sudah memiliki fungsi pengaturan color dan brightness built in. Pada videotron fungsi ini hanya bisa Anda temukan pada settingan controller.

Hal ini bisa dilakukan tapi tidak efektif karena caranya cukup kompleks dan tidak praktis.

Saya bilang tidak praktis karena Anda butuh mengkonfigurasi ulang settingan color dan brightness LED videotron Anda menggunakan software controller. Pokoknya cara ini ribet dan tidak user friendly khususnya apabila digunakan untuk kebutuhan eksekusi yang cepat.

Tapi dengan menggunakan video processor hal ini bisa dikerjakan dengan sangat mudah dan praktis.

Switching.

Lalu fitur berikutnya adalah switching. Switching sama halnya seperti menggunakan remote pada televisi Anda. Katakanlah Anda memiliki 10 saluran / channel dan Anda bisa memilih saluran mana yang harus di tampilkan pada layar melalui remote / tombol pada layar televisi Anda.

Kalau di videotron  ceritanya menjadi seperti ini. Anda memiliki 4 buah input yang ingin ditampilkan ke layar LED. Nah dengan menggunakan video processor Anda bisa mengatur input mana saja yang ingin ditampilkan ke layar.

Splicing

Splicing adalah menggabungkan beberapa video processor untuk mengcover kebutuhan screen dengan resolusi layar yang besar.

Katakanlah sebuah video processor Type MIG 550 DS memiliki resolusi maksimal sebesar2,3 juta pixel. Kemudian Anda memiliki screen dengan total resolusi 3 juta pixel.

Tentu dengan menggunakan 1 video processor kebutuhan seperti ini tidak bisa tercover. Artinya Anda harus menggabungkan beberapa video processor untuk mengcover kebutuhan ini.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini

 

Layering / PIP

Di penjelasan sebelumnya sudah Saya jelaskan apa itu layering. Jadi saya tidak akan menjelaskan lebih detail lagi di sini. Tapi untuk lebih jelasnya Saya akan berikan satu buah gambar tentang PIP / layering seperti di bawah ini .  Gambar di bawah ini menjelaskan bahwa dalam 1 layar LED ada 3 input yang bisa ditampilkan, inputnya adalah dari kamera A, kamera B, serta player A.

PIP-Screen

Template / Preset

Setiap video processor memiliki fitur template hanya saja mungkin jumlah templatenya berbeda-beda.

Pada Video Processor MIG 550, MIG 750, dan MIG 780 memiliki 10 jumlah template. Sedangkan pada video processor MIG CL 9000, CL 9400, dan CL 9600 memilki 16 template.

Dengan menggunakan template Anda tidak perlu repot repot mensetting susunan layar Anda. Anda bisa menyimpan template Anda dan memanggilnya dengan fitur load template.

Hampir mirip seperti fitur switching, hanya saja pada fitur template yang dipanggil bukan hanya inputnya tapi template screen yang sudah Anda simpan sebelumnya.



Bagaimana Memilih Video Processor Untuk Videotron Anda?

Ketika Anda memutuskan untuk membeli video processor, maka saran Saya Anda harus tahu dengan kebutuhan Anda. Apa yang harus Anda perhatikan ?

  • Ukuran resolusi layar videotron Anda
  • Jumlah dan jenis input yang Anda gunakan
  • Kebutuhan jumlah layering dalam layar

Pertama Anda harus mengerti bahwa setiap video processor memiliki batas maksimal resolusi. Kebetulan Saya di kantor menggunakan video processor Magnimage, jadi Saya akan memberikan contoh video processor merk Magnimage.

Video processor magnimage ini memiliki beberapa type dan setiap typenya memiliki jumlah keterbatasan resolusi yang dapat dicover. Berikut ini adalah klasifikasinya :

  • MIG 550DS = max resolusi 2.300.000 pixel
  • MIG 750H = max resolusi 4.600.000 pixel
  • MIG 780H = max resolusi 8.600.000 pixel
  • MIG 4000W = max resolusi 20 juta pixel

Ketika Anda sudah tahu kapasitas resolusi layar videotron Anda, maka selanjutnya adalah Anda menentukan jenis video processor yang mampu mengcover resolusi layar Anda.

Sebagai contoh, Anda memiliki layar videotron dengan resolusi 2400x 1500 , kalau Anda total maka resolusi layar Anda adalah 3.600.000 pixel. Maka jenis video processor yang mampu mengcover resolusi ini minimal adalah type MIG 750H.

Pertimbangan kedua adalah jumlah serta jenis input yang ingin Anda gunakan. Setiap type video processor memiliki jumlah serta jenis input yang berbeda beda. Berikut ini adalah klasifikasinya.

  • MIG 550DS = 6 Input + 2 Input extend  (add on)
    1 input HDMI
    1 Input DVI
    2 Input VGA
    1 Input AV
    1 input DP
    2 input extend (SDI/VGA/AV)
  • MIG 750H = 5 Input + 2 input extend (add on)
    2 input HDMI
    2 input DVI
    1 input DP
    2 input extend (HDMI/DVI/DP/SDI/VGA/AV)
  • Magnimage 780H =6 input + 2 input extend (add on)
    2 input HDMI
    2 input DVI
    1 input DP
    1 input SDI
    2 input extend (HDMI/DVI/DP/SDI/VGA/AV)

Nah, jika ada kasus sebuah videtron dengan resolusi kecil kurang dari 2 juta pixel namun kebutuhannya adalah 4 laptop dengan input HDMI maka minimal video processor yang digunakan adalah MIG 750H.

Langkah terakhir adalah menentukan jumlah layering / PIP. Ini sering ditemui untuk kebutuhan videotron indoor. Biasanya dan hampir selalu kebutuhan videotron indoor menginginkan fitur layering.

Ada yang ingin menggunakan layarnya terbagi menjadi 2 bagian. Ada juga yang layarnya ingin terbagi menjadi 3 bagian. Bahkan pada kebutuhan ruang control, ada yang sampai membutuhkan layarnya terbagi menjadi 16 bagian.

Nah kalau sudah seperti ini , Anda harus tahu kapasitas maksimal layaering pada setiap jenis Video Processor . Oke, berikut ini adalah kapasitas layering pada video processor merk Magnimage.

  • Magnimage MIG 550DS = 2 layer – 1 output
  • Magnimage MIG 750H = 4 layer – 1 output / 2 layer – 2 output
  • Magnimage MIG 780H = 4 layer – 1 output / 2 layer – 2 output / 1 layer – 4 output

Penutup

Nah, sekarang sedikitnya Anda sudah mengetahui apa saja jenis , fungsi, serta fitur dari video processor. Pesan Saya adalah sebelum Anda membeli sebuah video processor maka Anda harus mengetahui fitur apa yang Anda butuhkan pada videotron Anda.

Selanjutnya pilihan ada di tangan Anda.

Semoga informasi singkat ini sedikit membantu Anda memahami apa itu vide processor . Dengan begitu Anda akan merasa mudah menentukan video processor sesuai dengan kebutuhan Anda.




Leave a Reply